" Jadi bagaimana?
Melimpahkan semua kesalahan lantas akulah bagian paling bersalah?
Jikalau saja dibilang sibuk, kita sama-sama sibuk.
Jikalau dibilang punya banyak teman, kamu mungkin lebih.
Terkadang iri, iri ketika aku bahkan tidak bisa mengatakan tidak ketikapun kamu bertanya.
Karena apa?
Iya, karena aku tidak tega.
Berat beban?
Iya, mungkin bebanmu lebih berat.
Tidaklah kamu tahu, terkadang akupun tidak mampu memikul beban yang mungkin bagimu tidak terlalu berat.
Beliau, sangat sibuk, teman, sahabat, semua sibuk dengan kesibukannya dan mulai tak peduli.
Lari ke arahmu?
Kamu sedang sibuk mendalami rasa amarahmu... "
Jeritan Hati terjadi ketika rasa rindu begitu menggebu dan semua rasa bercampur begitu saja. Larut, larut dalam emosi dan merasa paling diasingkan.
Melimpahkan semua kesalahan lantas akulah bagian paling bersalah?
Jikalau saja dibilang sibuk, kita sama-sama sibuk.
Jikalau dibilang punya banyak teman, kamu mungkin lebih.
Terkadang iri, iri ketika aku bahkan tidak bisa mengatakan tidak ketikapun kamu bertanya.
Karena apa?
Iya, karena aku tidak tega.
Berat beban?
Iya, mungkin bebanmu lebih berat.
Tidaklah kamu tahu, terkadang akupun tidak mampu memikul beban yang mungkin bagimu tidak terlalu berat.
Beliau, sangat sibuk, teman, sahabat, semua sibuk dengan kesibukannya dan mulai tak peduli.
Lari ke arahmu?
Kamu sedang sibuk mendalami rasa amarahmu... "
Jeritan Hati terjadi ketika rasa rindu begitu menggebu dan semua rasa bercampur begitu saja. Larut, larut dalam emosi dan merasa paling diasingkan.
0 komentar:
Posting Komentar