DHIMAS WAHYU PRATOMO

DHIMAS WAHYU PRATOMO

DIPISAHKAN UNTUK DIPERTEMUKAN




'Dipisahkan Untuk Dipertemukan', mungkin ini kata yang tepat untuk saat ini. Bulan April tahun 2015, tepat dua tahun kita dipisahkan dan dipertemukan kembali, tanpa ada komunikasi sebelumnya, tanpa ada rasa rindu, yang ada hanyalah rasa benci.  Kenapa tidak? karena kita berpisah bukan karena keputusan kita untuk melanjutkan jalan atau cita-cita kita masing-masing, melainkan situasi yang tidak bisa diterima logika dan akal sehat yang mengharuskan salah satu dari kita memutuskan untuk pergi. Entah ini musibah ataukah rencana indah-Nya...

Mungkin saat itu saat-saat terberatku untuk melanjutkan hidup, tapi ini bukan menjadi alasan untukku tidak maju dan memperjuangkan cita-cita yang selama ini belum tercapai. Dengan dia aku berjuang? tentu saja tidak, aku harus berjuang sendiri melawan perasaan dan mengalahkan ego dalam diriku. Berat? Susah? Pastinya...  Hingga suatu saat aku dipertemukan dengan seorang wanita yang aku rasa begitu setia menemani walaupun aku berada dititik terendah sekalipun. Begitupun dengan dia (mungkin) telah menemukan lelaki yang jauh lebih baik dariku.

'apa yang membuat rasa itu kembali?'

entahlah.....

Semua cerita berubah ketika aku dipindah tugaskan ke 'Semarang' (yang menurutku kota dengan penuh kenangan manis kala itu). Hingga suatu saat kita bertemu, mungkin awalnya terasa canggung karena kita sudah lama tidak bersua, lama tidak saling bertatap muka.
Karena kita satu kota, itu yang membuat kita jadi sering bertemu. Tapi pertemuan kali ini dengan kondisi dan situasi yang sedikit berbeda. Aku yang saat ini yang sendiri, begitupun dengan dia. Apakah ini akan menjadi awal yang baru? Tidak ada yang tahu...

Ternyata dari situlah rasa itu kembali, tanpa ada rasa ragu, tanpa ada yang membatasi perasaan kita, seakan - akan semua mengalir begitu saja, aku begitu menikmati apa yang ada, begitupun dia mungkin merasakan demikian. Sempat terbersit rasa takut, apakah keadaan ini hanya sebuah pelarian? Sudahlah nikmati saja yang ada, begitu hati kecilku berbisik. Hingga kita memutuskan untuk berkomitmen melanjutkan ke hubungan yang lebih serius, dan semoga dialah wanita terakhir dalam hidupku, yang setia menemani sampai kita dipisahkan oleh-Nya (do'aku saat itu).

 Dan saat aku menulis blog ini, Minggu 1 Oktober 2017. Tepat hari inilah H-27 hari bahagia kita. Sejak pertemuan itu hingga hari ini banyak sekali yang telah kita lalui bersama, banyak yang telah kita perjuangkan. Mulai dari dipisahkan lagi oleh jarak yang begitu jauh bahkan harus berbeda pulau, berjuang untuk mendapatkan restu orang tua, dan masih banyak kerikil-kerikil kecil lainnya...
Berjuang dengan terpisah jarak itu bukan suatu hal yang mudah untuk dilalui, semakin mendekati hari H semakin banyak permasalahan yang begitu menyita pikiran, tetapi dia begitu sabar dengan keadaan seperti ini dan selalu menguatkan disaat aku mulai putus asa dengan diriku sendiri.
Mungkin inilah alasan Tuhan menghadirkan dia kembali ke hidupku, karena memang dia yang terbaik untukku saat ini dan sampai kapanpun :)




"Tetap Jadi Wanita Kuat Untuk Menemani Kehidupanku Yang Baru, Dan Jadilah Ibu Terhebat Untuk Anak - Anak Kita Kelak"

0 komentar:

Posting Komentar